Sebenarnya Kita Tidak Pernah Berhak Atas Apapun.

Terkadang kita harus menyadari satu hal. Bahwa apapun yang ada disekitar kita nyatanya bukan milik kita. Seperti orang terdekat kita, pasangan kita yang nyatanya sangat kita sayang suatu saat akan meninggalkan kita, entah dengan cara apapun. Pun dari yang terkecil yang melekat dengan tubh kita kapan saja bisa hilang jika Allah sudah menghendaki. Apalah itu pengelihatan kita yang semakin mengabur, pendengaran kita yang sudah tak lagi sama atau gigi kita mulai cabut dari akarnya. Semuanya tak ada yang abadi. Maka dari itu persiapan itu sangat penting. Terutama hati kita. kita harus benar-benar menyakinkannya dengan kesadaran bahwa kita tak boleh berlebih dalam memberi perasaan terhadap kebendaan yang nantinya dapat mengecewakan kita. Dalam berhubungan terutama. Kita tidak boleh terlalu mencintai atau merasa memiliki terhadap pasangan kita. Kenapa? karena perasaan seseorang bisa kapan saja berubah. Katakanlah itu cinta pertamamu, tapi apakah menjamin itu akan menjadi cinta terakhirmu? belum tentu. Seseorang bisa berubah dengan berjalannya waktu. Lingkungan, pertemanan dapat merubah segalannya. Yang awalnya cinta dapat berubah menjadi benci. Pun sebaiknya, yang benci bisa saja menjadi cinta. itulah rahasia Allah. Sebenarnya bukannya kita dipermainkan olehNya. Kita hanya disadarkan bahwa dalam hal apaun jangan berlebih agar tidak lupa dengan penciptanya. Ya, seperti itulah kata dari Fahruddin Faiz seorang guru besar filsafat yang beberapa hari ini ceramahnya lebih sering aku dengar. Kalau diresapi memag saat kita mencintai sesuatu, seakan pikiran kita hanya berfokus dengan satu orang yang kita cintai saja. Kita lupa bahwa disekeliling kita banyak makhlup hidup yang juga butuh dengan perhatian kita. Kedua orang tua kita, saudara- saudara kita, teman- teman kita bahkan hewan peliharaan pun butuh perhatian juga. Maka dari itu, seyogyannya kita tak perlu menggenggam erat apa yang kita miliki. Kita pasrahkan saja kepada pemilik sesungguhnya, kita titipkan dia kepadannya. jika Allah menghendaki, dia akan tetap bersama kita. Apapun itu rintangannya. Pun sebaliknya, jika dia bukan milik kita, bagaimanapun kita menjagannya, pasti Allah memberikan jalan untuk menjauhi kita. Tapi jangan khawatir, setiap kali Allah memberikan ujian kepada ummatnya, disitu pasti ia juga akan memberikan jalan keluar untuk kita.Tinggal bagaimana cara kita untuk menyikapi permasalahan tersebut. jadi, siapapun diluar sana yang sedang tidak baik-baik saja, ingat jika kita masih memiliki Allah yang selalu menemani kita.

Komentar

Postingan Populer