mustiks

Hidup terkadang tak sesuai apa yang kita harapkan. Tuhan bisa saja membalikkan keadaan dengan begitu mudahnya. Cinta, benci, sedih, dan senang bisa datang silih berganti,  mungkin dari itu aku percaya bahwa hidup adalah sebuah perjuangan. Berjuang untuk bagaimana kita tetap dalam jalur yang lurus. Tapi, percayalah Dia tak akan mencoba seorang hamba diatas batas kemampuannya, selagi kita tetap berpegang padaNya.
Aku ingin menuliskan perjalanan seorang sahabat yang begitu aku kagumi. Berawal dari sebuah perasaan yang tak bisa ia hindari, kepada seseorang yang dapat membawanya pada sebuah perjalanan pendekatan kepada sang pencipta. Baginya, dia dapat menunjukkan sesuatu yang selama ini ia cari. Awalnya hubungan mereka tak ada hambatan, berjalan layaknya hubungan yang lainnya. Namun, saat cinta itu begitu kuat, mereka mundur dengan sendirinya. Aku tak tahu alasannya. Hanya saja aku mengagumi tentang keputusannya. Mereka takut cintanya akan melebihi cinta kepadaNya. Aku menjadi saksi akan kuatnya cinta yang telah ia sematkan pada kekasinya. Ia tak pernah ingin mencoba melupakan atau menghilangkan, dia sungguh menikmatinya. Karena dengan hanya perasaan itu ia merasa bahagia, meski tak harus bersamanya. 
"Cinta tak harus memiliki" aku sependapat dengan kata-kata itu. Cinta adalah sebuah anugrah dari tuhan yang tak pernah kita minta kepada siapa cinta kita akan berlabuh, dan kapan cinta kita akan memulai atau mengakhirinya. 
Selain cinta aku mengagumi karena pemikirannya. Tak semua orang bisa memahami maksudnya. Mungkin pemikirannya dipengaruhi oleh pengalaman dan buku-buku yang telah ia baca. Ia penggemar buku dan membaca. Berbagai macam buku telah ia baca, seperti novel, buku agama atau sejarah. Ia juga tak pelit untuk membagikan ilmunya kepada yang lainnya. Sosoknya yang mudah bergaul dengan berbagai generasi menjadi terkenal di kalangan para santri. 

Tak kusangka sebelumnya, hatiku akan berlabuh kepadamu
Aku tak pernah meminta atau memaksannya.
Dia memilihmu untuk ku.
Untuk mengisi hatiku yang selama ini kosong akan kasihNya
Kau mengisi kekosongan itu, dengan hampir sempurna.
Aku sangat berterimakasih 
Mengenalkan sosok dirimu.
Yang telah membuka mataku akan dunia yang berbeda.  
Namun, aku harus mundur.
Bukan cinta itu tak ada, melainkan aku takut.
Takut akan kehadiranku
Mengganngu cintamu kepadaNya. 
Biarlah diriku 
Kan mengenal sendiri, sosok yang kau kenal.
Sudah cukup kau telah membukanya
Ku kan meneruskan perjalanan ini.
 
Lama cinta itu telah berlalu. kini mereka memiliki kihidupan masing-masing. Sahabatku menjalani kehidupan yang telah digariskan Tuhan. Kehidupan yang penuh dengan tantangan. Mungkin karena terlalu kuat cinta itu, hingga tuhan memberi tantangan begitu kuat pula. 
Sekarang ia hidup dengan kedua anaknya. Kedua orangtuanya telah berpulang lebih dulu. Aku bersyukur, pernah mengenal kedua orangtua yang begitu baik. Pengalamanku saat menginap di rumahnya waktu liburan pondok bulan Maulid. Aku menginap 3 hari 2 malam. Aku di perlakukan layaknya anak sendiri. Mereka sangat takut bila aku tak kerasan dirumahnya. Hingga akhirnya tiap hari disana, aku selalu diajak jalan-jalan. Suatu esok aku diajak berkunjung kerumah saudaranya yang berada di dekat gunung penangguan, sebelumnya aku tak pernah mengenal daerah itu, tapi setelah itu, aku sangat menyukainya. pemandangan dengan banyak pepohonan,  orang-orang yang begitu ramah serta bersahabat. Memberikan pelajaran tersendiri bagi diriku. Aku berharap tak akan pernah melupakannya atas kebaikannya. Kau berhak mendapat tempat terbaik di sisihnya. Amin
  
Hingga saat ini aku tak berhenti untuk mengagumimu
Meski jiwamu jauh disana.
Namun, kebaikanmu hidup dalam benakku
Semoga.....
Aku tak melupakan kebaikan itu
Kebaikan yang telah memberi pelajaran. 
Bagiku, sangat berharga
Meski begitu Singkat. 

Komentar

Postingan Populer